Hampir setiap tahun, pada akhir tahun kami sekeluarga melayani masyarakat yang masih kurang tersentuh dengan pelayanan medis spesialistik. Pada tanggal 31 Desember 2012, kami melayani di Malino - Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.
Kamis, 03 Januari 2013
Jumat, 12 Oktober 2012
BAKTI SOSIAL DAN PELATIHAN DOKTER PUSKESMAS DI AGATS 7-8 OKTOBER 2012
Dalam suatu kesempatan Reuni Alumni FK Universitas Hasanuddin Angkatan 79 pada 28 Januari 2012, saya mengajak teman-teman untuk mengadakan bakti sosial pelayanan kesehatan dan - bila memungkinkan - membuat pelatihan bagi dokter umum RSUD / Puskesmas tentang cara pemeriksaan telinga, pemeriksaan garpu tala, cara angkat serumen dan pengeluaran benda asing telinga serta pengobatan penyakit kulit dan penyakit dalam.
Setelah pergumulan yang cukup panjang, rencana tersebut baru dapat terealisir pada tanggal 7 - 8 Oktober 2012, mengikutsertakan Dr. Lanny Tanesia, SpPD ( internis dari RSUD Manokwari ), dr. Jenny Ritung SpKK (dermatoveneorologis dari RSUD Sorong), dr. Agustinus Ruma SpS (Neurolog dari RSUD Sorong) dr. Lenny Simon SKed (GP dari RSUD Merauke) dan saya sendiri dr. Titus Taba SpTHT-KL (RSUD Sorong). Pada kesempatan tersebut kami dibantu oleh dr. Petrus Tjia (GP dari RSUD Merauke - alumni FK UNHAS angkatan 77) mengadakan Bakti Sosial pelayanan
dokter spesialis di RSUD Agats pada tanggal 8 Oktober 2012.
Sebelumnya,pada tanggal 7 Oktober 2012 dilaksanakan advokasi, sosialisasi PGPKT
kepada Kadinkes Kabupaten Asmat dan Direktur RSUD Agats dan Pelatihan
Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) bagi dokter
umum RSUD/dokter Puskesmas se-kabupaten Asmat, didukung oleh Komnas
PGPKT, Komda PGPKT Kab Sorong dan Pemda Kabupaten ASMAT.
Materi pelatihan berupa kuliah dilanjutkan praktek pemeriks
aan telinga dan garpu tala serta cara angkat kotoran telinga (serumen) dan benda asing
pada liang telinga. Diharapkan dengan pelatihan ini dokter RSUD dan dokter Puskesmas dapat mempraktekkan secara mandiri di tempat tugas masing-masing .
Selasa, 09 Oktober 2012
BAKTI SOSIAL KESEHATAN DI AGATS
Alumni FK UNHAS angkatan 77, 79 dan 89 mengadakan Bakti Sosial pelayanan dokter spesialis di RSUD Agats pada tanggal 8 Oktober 2012. Sebelumnya, pada tanggal 7 Oktober 2012 dilaksanakan advokasi, sosialisasi PGPKT kepada Kadinkes Kabupaten Asmat dan Direktur RSUD Agats dan Pelatihan Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) bagi dokter umum RSUD/dokter Puskesmas se-kabupaten Asmat, didukung oleh Komnas PGPKT, Komda PGPKT Kab Sorong dan Pemda Kabupaten ASMAT. Materi pelatihan berupa kuliah dilanjutkan praktek pemeriksaan telinga dan garpu tala serta cara angkat kotoran telinga (serumen) dan benda asing pada liang telinga. Diharapkan dengan pelatihan ini dokter RSUD dan dokter Puskesmas dapat melakukan sendiri di tempat tugas masing-masing.








Senin, 17 September 2012
BAKTI SOSIAL DI YAYASAN KASIH PAPUA- AGATS, 12092012
Selasa, 07 Juli 2009
HARI BAHAGIAKU . . . HUT 7 JULI 2009
Waktu masih pukul 6 pagi, ketika aku
menerima ucapan selamat ulang tahun dari seorang saudara di Makassar.
Rasanya tidak banyak yang memberi ucapan selamat langsung melalui
telepon. Entah mengapa? Mungkin karena beberapa teman, saudara, kerabat
telah mengirim ucapan selamat melalui wall atau email di facebook. Terima kasih, buat semua yang merasakan kebahagiaanku di pagi ini.
Sementara menanti call
dari orang-orang tersayang lainnya, tiba – tiba aku dikejutkan dengan
suara seperti banyak orang yang sedang menyanyikan sebuah lagu. Aku
kenal betul lagu ” Cerahnya hari ini ” – begitu judul lagu itu – yang
dinyanyikan dalam komposisi paduan suara. Sungguh mengagetkan! Aku
kenal suara mereka. Mereka adalah anak-anak asuhku yang belakangan makin
sering aku latih untuk mengikuti berbagai event. Aku bangga kepada
mereka. Rupanya secara diam-diam, mereka telah menyusun rencana untuk
membuat surprise di hari ulangku . Lagu kedua mengalun. ” You rise me up
” – salah satu lagu kesukaanku. ” Kau angkatku ke atas gunung, melewati
badai, aku menjadi kuat karena Engkau besertaku, lebih dari yang aku
pikirkan ” – kurang lebih demikian terjemahannya dalam bahasa Indonesia –
lagu populer inspirasional yang dinyanyikan Josh Groban itu. Aku
bergegas mencuci muka dan mengganti baju tidurku dengan baju kaos dan
celana panjang. Aku membuka pintu ruang tamu dan menghampiri mereka yang
sudah berbaris di depan garasi mobil sambil memegang baki yang
diatasnya berdiri dengan indah, sebuah kue ultah yang lilinnya sudah
menyala. Mereka kemudian menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun ketika aku
berdiri di depan mereka. Aku turut bertepuk tangan menyambut pagi
bahagia ini. Selanjutnya aku dipersilakan meniup lilin ulang tahun,
diiringi lantunan lagu ” Tiup lilinnya . . sekarang juga “.
Ada rasa
haru yang mengusir rasa maluku, betapa anak-anak asuhku begitu
menunjukkan rasa sayangnya kepadaku. Satu persatu mereka menyalami dan
memberi ucapan selamat ulang tahun untukku.
Terima kasih, Tuhan. Engkau telah mengisi
bejana kebahagiaanku di saat pertama aku membuka mata menyambut pagi
ini, dengan mengirimkan para malaikat kecilku yang dengan suara merdunya
mengajak aku bersyukur akan kebesaranMu.
![]() |
| ANAK-ANAK ASUHKU KALAU TAMPIL DALAM LOMBA PADUAN SUARA |
Minggu, 19 April 2009
SARAPAN PAGI BERSAMA ANAK-ANAK ASUHKU DI SORONG
Pagi itu udara sangat cerah. Seperti biasanya, aku menikmati udara segar di pagi hari sambil berjalan berkeliling menyusuri jalan di sekitar rumahku. Beberapa anak – yang merupakan anak asuhku – masih bermalasan di depan rumah mereka, tetapi begitu sigap menyapa selamat pagi. Hal yang menjadi kebiasaan anak Papua untuk menyampaikan kata salam – setidaknya begitu menurutku- bila bertemu dengan seseorang di jalan. Sebagian besar anak – anak itu belum mandi. Mungkin karena hari libur sekolah sehingga mereka merasa tidak perlu bergegas untuk mandi pagi. Nampaknya mereka lesu. Entah karena feeling saja atau ada bisikan hati, aku menawarkan kepada mereka untuk menikmati sarapan pagi nasi kuning di rumahku. Tapi ada satu syarat yaitu mereka harus mandi pagi dahulu supaya sehat dan segar. Dasar anak-anak, mereka kemudian menerima tawaranku dengan bergegas berlari ke rumah masing-masing untuk mandi pagi.
Aku terus menikmati udara pagi seraya berjalan ke warung nasi kuning langgananku, untuk memenuhi janjiku kepada anak-anak tadi. Aku membeli 16 bungkus nasi kuning, 1 bungkus untukku dan 15 bungkus untuk anak-anak itu. Semoga aku tidak salah ingat jumlah mereka karena aku sering mengumpulkan mereka di pondok belakang rumahku untuk melatih mereka bernyanyi. Dan menjadi kebanggaanku pada anak-anak ini, mereka sudah seringkali diundang ke berbagai tempat untuk menyumbangkan suara merdu khas anak-anak.
Pagi itu membawa kebahagiaan tersendiri bagiku, karena sudah berbagi kebahagiaan kepada anak-anak sekitarku yang telah menjadi anak-anak asuhku. Mungkin mereka memerlukan sarapan pagi senikmat sarapan pagiku di hari itu.
Langganan:
Postingan (Atom)












