Jumat, 12 Oktober 2012

BAKTI SOSIAL DAN PELATIHAN DOKTER PUSKESMAS DI AGATS 7-8 OKTOBER 2012

Dalam suatu kesempatan Reuni Alumni FK Universitas Hasanuddin Angkatan 79 pada 28 Januari 2012, saya mengajak teman-teman untuk mengadakan bakti sosial pelayanan kesehatan dan - bila memungkinkan - membuat pelatihan bagi dokter umum RSUD / Puskesmas tentang cara pemeriksaan telinga, pemeriksaan garpu tala, cara angkat serumen dan pengeluaran benda asing telinga serta pengobatan penyakit kulit dan penyakit dalam.
Setelah pergumulan yang cukup panjang, rencana tersebut baru dapat terealisir pada tanggal 7 - 8 Oktober 2012, mengikutsertakan Dr. Lanny Tanesia, SpPD ( internis dari RSUD Manokwari ), dr. Jenny Ritung SpKK (dermatoveneorologis dari RSUD Sorong), dr. Agustinus Ruma SpS (Neurolog dari RSUD Sorong) dr. Lenny Simon SKed (GP dari RSUD Merauke) dan saya sendiri dr. Titus Taba SpTHT-KL (RSUD Sorong). Pada kesempatan tersebut kami dibantu oleh dr. Petrus Tjia (GP dari RSUD Merauke - alumni FK UNHAS angkatan 77) mengadakan Bakti Sosial pelayanan dokter spesialis di RSUD Agats pada tanggal 8 Oktober 2012. 
Sebelumnya,pada tanggal 7 Oktober 2012 dilaksanakan advokasi, sosialisasi PGPKT kepada Kadinkes Kabupaten Asmat dan Direktur RSUD Agats dan Pelatihan Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) bagi dokter umum RSUD/dokter Puskesmas se-kabupaten Asmat, didukung oleh Komnas PGPKT, Komda PGPKT Kab Sorong dan Pemda Kabupaten ASMAT. 
Materi pelatihan berupa kuliah dilanjutkan praktek pemeriks
aan telinga dan garpu tala serta cara angkat kotoran telinga (serumen) dan benda asing pada liang telinga. Diharapkan dengan pelatihan ini dokter RSUD dan dokter Puskesmas dapat mempraktekkan secara mandiri di tempat tugas masing-masing .

Selasa, 09 Oktober 2012

BAKTI SOSIAL KESEHATAN DI AGATS

Alumni FK UNHAS angkatan 77, 79 dan 89 mengadakan Bakti Sosial pelayanan dokter spesialis di RSUD Agats pada tanggal 8 Oktober 2012. Sebelumnya, pada tanggal 7 Oktober 2012 dilaksanakan advokasi, sosialisasi PGPKT kepada Kadinkes Kabupaten Asmat dan Direktur RSUD Agats dan Pelatihan Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) bagi dokter umum RSUD/dokter Puskesmas se-kabupaten Asmat, didukung oleh Komnas PGPKT, Komda PGPKT Kab Sorong dan Pemda Kabupaten ASMAT. Materi pelatihan berupa kuliah dilanjutkan praktek pemeriksaan telinga dan garpu tala serta cara angkat kotoran telinga (serumen) dan benda asing pada liang telinga. Diharapkan dengan pelatihan ini dokter RSUD dan dokter Puskesmas dapat melakukan sendiri di tempat tugas masing-masing.


 

Senin, 17 September 2012

BAKTI SOSIAL DI YAYASAN KASIH PAPUA- AGATS, 12092012

Setelah pelayanan bakti sosial kesehatan di RSU Agats - yang dilaksanakan dari pagi sampai sore selesai-kami melanjutkan pelayanan kesehatan bagi sekitar 50 anak binaan di Yayasan Kasih Papua - Agats.


BAKTI SOSIAL DI KABUPATEN ASMAT, 12092012

Selasa, 07 Juli 2009

HARI BAHAGIAKU . . . HUT 7 JULI 2009


Waktu masih pukul 6 pagi, ketika aku menerima ucapan selamat ulang tahun dari seorang saudara di Makassar. Rasanya tidak banyak yang memberi ucapan selamat langsung melalui telepon. Entah mengapa? Mungkin karena beberapa teman, saudara, kerabat telah mengirim ucapan selamat melalui wall atau email di facebook. Terima kasih, buat semua yang merasakan kebahagiaanku di pagi ini. 

Sementara menanti call dari orang-orang tersayang lainnya, tiba – tiba aku dikejutkan dengan suara seperti banyak orang yang sedang menyanyikan sebuah lagu. Aku kenal betul lagu ” Cerahnya hari ini ” –  begitu judul lagu itu – yang dinyanyikan dalam komposisi  paduan suara. Sungguh mengagetkan!  Aku kenal suara mereka. Mereka adalah anak-anak asuhku yang belakangan makin sering aku latih untuk mengikuti berbagai event. Aku bangga kepada mereka. Rupanya secara diam-diam, mereka telah menyusun rencana untuk membuat surprise di hari ulangku . Lagu kedua mengalun.  ” You rise me up ” – salah satu lagu kesukaanku. ” Kau angkatku ke atas gunung, melewati badai, aku menjadi kuat karena Engkau besertaku, lebih dari yang aku pikirkan ” – kurang lebih demikian terjemahannya dalam bahasa Indonesia – lagu populer inspirasional yang dinyanyikan Josh Groban itu.  Aku bergegas mencuci muka dan mengganti baju tidurku dengan baju kaos dan celana panjang. Aku membuka pintu ruang tamu dan menghampiri mereka yang sudah berbaris di depan garasi mobil sambil memegang baki yang diatasnya berdiri dengan indah, sebuah kue ultah yang lilinnya sudah menyala. Mereka kemudian menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun ketika aku berdiri di depan mereka. Aku turut bertepuk tangan menyambut pagi bahagia ini. Selanjutnya aku dipersilakan meniup lilin ulang tahun, diiringi lantunan lagu ” Tiup lilinnya . . sekarang juga “. 

Ada rasa haru yang mengusir rasa maluku, betapa anak-anak asuhku begitu menunjukkan rasa sayangnya kepadaku. Satu persatu mereka menyalami dan memberi ucapan selamat ulang tahun untukku.

Terima kasih, Tuhan. Engkau telah mengisi bejana kebahagiaanku di saat  pertama aku membuka mata menyambut pagi ini, dengan mengirimkan para malaikat kecilku yang dengan suara merdunya mengajak aku bersyukur akan kebesaranMu.

ANAK-ANAK ASUHKU KALAU TAMPIL DALAM LOMBA PADUAN SUARA




Minggu, 19 April 2009

SARAPAN PAGI BERSAMA ANAK-ANAK ASUHKU DI SORONG


Pagi itu udara sangat cerah. Seperti biasanya, aku menikmati udara segar di pagi hari sambil berjalan berkeliling menyusuri jalan di sekitar rumahku. Beberapa anak – yang merupakan anak asuhku – masih bermalasan di depan rumah mereka, tetapi begitu sigap menyapa selamat pagi. Hal yang menjadi kebiasaan anak Papua untuk menyampaikan kata salam – setidaknya begitu menurutku- bila bertemu dengan seseorang di jalan. Sebagian besar anak – anak itu belum mandi. Mungkin karena hari libur sekolah sehingga mereka merasa tidak perlu bergegas untuk mandi pagi. Nampaknya mereka lesu. Entah karena feeling saja atau ada bisikan hati, aku menawarkan kepada mereka untuk menikmati sarapan pagi nasi kuning di rumahku. Tapi ada satu syarat yaitu mereka harus mandi pagi dahulu supaya sehat dan segar. Dasar anak-anak, mereka kemudian menerima tawaranku dengan bergegas berlari ke rumah masing-masing untuk mandi pagi. 
Aku terus menikmati udara pagi seraya berjalan ke warung nasi kuning langgananku, untuk memenuhi janjiku kepada anak-anak tadi. Aku membeli 16 bungkus nasi kuning, 1 bungkus untukku dan 15 bungkus untuk anak-anak itu. Semoga aku tidak salah ingat jumlah mereka karena aku sering mengumpulkan mereka di pondok belakang rumahku untuk melatih mereka bernyanyi. Dan menjadi kebanggaanku pada anak-anak ini, mereka sudah seringkali diundang ke berbagai tempat untuk menyumbangkan suara merdu khas anak-anak. 
Pagi itu membawa kebahagiaan tersendiri bagiku, karena sudah berbagi kebahagiaan kepada anak-anak sekitarku yang telah menjadi anak-anak asuhku. Mungkin mereka memerlukan sarapan pagi senikmat sarapan pagiku di hari itu.

Minggu, 15 Maret 2009

BAKTI SOSIAL PENGOBATAN TELINGA, KULIT, GIGI DAN MULUT. 15-03-2009

Selaku Sekretaris Umum Yayasan Kasih Immanuel Sorong, saya memprakarsai kegiatan Yayasan Kasih Immanuel Sorong ketika memperingati HUT nya yang ke-4 pada tanggal 6 Maret 2009. 

Kami mengadakan Bakti Sosial Pemeriksaan dan Pengobatan Telinga, Gigi Mulut, dan Kulit  secara cuma-cuma di Poliklinik Immanuel Boswezen Sorong. Tim kami yang hadir yaitu saya dr. Titus Taba SpTHT-KL, dr. Jenny Ritung SpKK, drg. Irwin Sihombing, dr. Susi Jitmau, paramedis dan beberapa anggota Yayasan Kasih Immanuel Sorong. Cukup banyak jemaah dan anggota masyarakat yang hadir. Ada kurang lebih 172 orang yang berobat, 102 orang yang berobat  penyakit Telinga dan Kulit, 70 orang berobat gigi dan mulut, dimana kurang lebih 35 orang  menjalani ekstraksi ( pencabutan ) gigi sesuai indikasi. 

Tahun lalu juga dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-3, Yayasan Kasih Immanuel Sorong juga mengadakan  Operasi Mata Katarak secara gratis bagi 134 mata lansia yang tidak mampu di wilayah Sorong dan kabupaten pemekaran sekitarnya. Pada saat itu, kami mengundang 8 orang Dokter Spesialis Mata dari Perdami Jawa Barat / RS Mata Cicendo Bandung. 

Memang, perlu kita galakkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan suatu karya nyata yang sangat berarti bagi masyarakat yang tidak mampu. . . . ” karena untuk itu kita dipanggil untuk menghasilkan buah . . ” Amin