Kamis, 11 Agustus 2016

PEMERIKSAAN TELINGA PADA KELOMPOK KECIL MASYARAKAT DI LOKASI 'MUMMI' JIWIKA-WAMENA, 11082016

PUSKESMAS KURULU - WAMENA

SKRINING PENYAKIT KULIT, TELINGA DAN SARAF DI GKI ELIM WOUMA ATAS WAMENA, 10 AGUSTUS 2016

Pada tanggal 10 Agustus 2016 jam 11.00 sampai dengan selesai, bertempat di Gedung Lama GKI Elim di Wouma Atas, Wamena berlangsung skrining penyakit kulit, telinga dan saraf terhadap murid Sekolah Minggu dan para orang tua yang dilaksanakan oleh Pengurus Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Propinsi Papua Barat, yang diwakili oleh dr. Titus Taba SpTHT-KL, dr. Jenny Ritung SpKK-FINSDV, dr. Agustinus Ruma SpS. dan dr. Novenska Angela Ritung Taba.
Kegiatan tersebut mendapat tanggapan positif dari jemaat GKI Elim Wouma Atas-Wamena karena mungkin baru pertama kali dokter spesialis kulit dan dokter spesialis THT memberi pelayanan cuma-cuma di kota Wamena.
Terima kasih kepada Ketua PHMJ GKI Elim Wouma Atas-Wamena beserta seluruh majelis jemaat.

Kamis, 14 Juli 2016

SCREENING & EAR CARE FOR CHILDREN IN SYUKWES, RURAL AREA OF TAMBRAUW DISTRICT, 04072016

Mari peduli dengan kesehatan telinga dan pendengaran generasi penerus bangsa ini... Skrining dan ear care bagi anak-anak di Kampung Syukwes, Distrik Kwoor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. 14072016





Kamis, 02 Juni 2016

PELATIHAN BIDAN UNTUK DETEKSI DINI TULI BAYI BARU LAHIR DI KAIMANA, 1 JUNI 2016

Bertempat di Aula Kantor Dina Kesehatan Kabupaten Kaimana, pada tanggal 1 Juni 2016, kami melaksanakan Pelatihan Bidan Untuk Deteksi Dini Ketulian Pada Bayi Baru Lahir. Turut hadir dan membuka kegiatan tersebut adalah Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana dr. Yolanda dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana Bapak Bahar. Jumlah peserta yang hadir 60 orang. Materi dibawakan oleh saya sendiri meliputi : Anantomi dan Fisiologi Organ Pendengaran, Penyebab Ketulian Pada Bayi dan Anak, Tuli Kongenital, Pemeriksaan Pendengaran Bayi secara obyektif dan subyektif, Pemeriksaan Sederhana Tuli Pada Bayi. Kegiatan diakhiri dengan Pelatihan pemeriksaan telinga dan pembersihan kotoran telinga.


Rabu, 01 Juni 2016

SKRINING PENYAKIT KULIT , TELINGA DAN BBT MURID SD YPK "GREWESHERA" KAIMANA, 1 JUNI 2016

Dalam kunjungan saya dan istri, serta seorang kolega dari Dinas Kesehatan Propinsi Papua Barat Dr. Mariama Nainggolan, disamping melayani kelompok lansia di Posyandu Lansia Rehoboth Kaimana, kami juga melakukan skrining penyakit kulit dan telinga serta bersih-bersih telinga (BBT) murid SD YPK Kaimana.


Selasa, 31 Mei 2016

NATIONAL MEMORIAL DAY OF ELDERLY IN PAPUA BARAT, INDONESIA, 31052016

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Kaimana (Propinsi Papua Barat) - Skrining Gangguan Pendengaran Lansia di pusatkan di Posyandu Lansia GKI Rehoboth Kaimana pada tanggal 31 Mei 2016 bersama dr. Mariama Nainggolan (Dinkes Propinsi Papua Barat), Bapak Bahar dan Bapak Hans Litaay (Dinkes Kabupaten Kaimana), dan dr. Hery (Ketua Komda PGPKT Kabupaten Kaimana).








KERUKUNAN WARGA DUKUNG PENANGGULANGAN GANGGUAN PENDENGARAN LANSIA DI KOTA SENJA KAIMANA

Cuaca sangat panas ketika pesawat yang kami tumpangi dari Sorong mendarat di Bandara Utarom Kaimana. Saya bersama istri dan seorang penggiat kesehatan lansia dari Dinas Kesehatan Propinsi Papua Barat, dr. Mariama Nainggolan, tentu sangat senang karena rencana tahun lalu yang batal untuk datang ke Kaimana akibat kabut asap, saat ini dapat terlaksana.
Dengan berbegas kami menuju Aula Serba Guna GKI Rehoboth Kaimana. Di sana sudah menunggu warga yang ingin mendapat pelayanan kesehatan kulit, telinga dan pendengaran.

Semula saya berpikir bahwa hanya warga jemaat yang Nasrani saja yang datang berkumpul karena acara dilaksanakan di Aula milik gereja. Tetapi, ternyata umat Muslim juga banyak yang hadir. Sehingga saya berpikir bahwa adanya kebersamaan dan kerukunan antar warga, tanpa melihat latar belakang suku dan agama, tentu akan berdampak positif dalam upaya pencegahan dan penanganan gangguan pendengaran pada kelompok lanjut usia. Sebab, bila tidak ada kebersamaan dan kerukunan maka hanya  umat Nasrani saja yang hadir karena tidak didukung oleh umat Muslim. Tetapi kenyataannya tidak demikian, karena semua warga tanpa melihat latar belakang agama, semua bisa hadir memeriksakan kesehatan pendengaran mereka. Syukur kepada Tuhan.

Berikut, foto-foto kegiatan: