Senin, 26 Januari 2009

FOTO-FOTO PERJALANAN KE FEF - KABUPATEN SORONG


Foto Perjalanan ke Fef – Kabupaten Sorong

Kegiatan kali ini dilaksanakan bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Sorong dbp. Ny. Nancy Malak. Pokok kegiatan adalah Penyuluhan Kesehatan, Pengobatan Massal kepada masyarakat, pembinaan-pembinaan dan  pelatihan keterampilan kepada ibu-ibu PKK.

Persiapan keberangkatan, di bandara DEO Sorong
Persiapan keberangkatan, di bandara DEO Sorong
Pengalungan bunga di bandara Fef
Pengalungan bunga di bandara Fef
Drg. Irwin Sihombing, Dr. Grace Tenoch SpM
Drg. Irwin Sihombing, Dr. Grace Tenoch SpM
. . . jerih payahmu tidak sia-sia . . .
. . . jerih payahmu tidak sia-sia . . .
Children in Fef - Sorong, Papua Barat - Indonesia
Children in Fef - Sorong, Papua Barat - Indonesia
Grandima with traditional's wear, Fef-Sorong, Papua Barat-Indonesia
Grandima with traditional's wear, Fef-Sorong, Papua Barat-Indonesia

Rabu, 10 Desember 2008

PILATUS, SI KECIL ITU MEMBAWA KAMI KE FEF-KABUPATEN SORONG

si-kecil-pilatus 
 Perjalanan kami untuk pelayanan kesehatan ke daerah pedalaman Papua sering dilakukan lewat darat misalnya berjalan kaki, naik mobil yang kecil sampai mobil jenis dump truck; melalui laut misalnya dengan kapal kayu, speedboat atau longboat. Kali ini perjalanan kami ke pedalaman Fef menggunakan pesawat kecil Pilatus milik AMA.
Kalau bepergian dengan pesawat besar mulai dari pesawat jenis Fokker sampai dengan Boeing, rasanya biasa saja. Tetapi bepergiarn dengan pesawat jenis Pilatus ( pesawat  kecil dengan baling-baling depan, berpenumpang 8 orang ) sungguh merupakan perjalanan yang mengasyikkan tetapi sekaligus dapat membangkitkan rasa takut.
Perjalanan ke Distrik Fef ini dilakukan dalam rangka program kunjungan kerja ke Distrik dari Ibu Ketua Tim Penggerak PKK  Kabupaten Sorong, Ny. Nancy Malak. Seperti biasanya, perjalanan ini mengajak Tim kami yang memang memiliki komitmen untuk melayani kesehatan masyarakat di pedalaman Papua dan Papua Barat. Saya sendiri memanfaatkan kegiatan seperti ini untuk penyuluhan kesehatan telinga - pendengaran sekaligus memeriksa dan memberi pengobatan pada kasus-kasus infeksi THT dan gangguan pendengaran

Senin, 08 Desember 2008

BAKTI SOSIAL 4 HARI DI KABUPATEN SUPIORI - PAPUA, 1 - 4 DESEMBER 2008

pelabuhan-korido-supiori-papua 
Udara cukup cerah di pagi hari 1 Desember 2008, ketika kami tiba di Biak. Perjalanan dari Sorong ke Biak cukup melelahkan, karena tidak ada penerbangan langsung dari Sorong ke Biak. Harus singgah dulu dan bermalam untuk semalam di Jayapura karena penerbangan Sorong – Jayapura tidak connect dengan penerbangan Jayapura – Biak. Kami harus terbang ke arah Timur dahulu lalu balik lagi ke arah Barat. Sayang, ya . . Membutuhkan waktu dan biaya yang besar, tetapi karena kerinduan yang dalam untuk melayani saudara-saudara kami di pedalaman maka semua dilakukan dengan senang hati. Dari Biak, kami harus menempuh perjalanan lagi selama kurang lebih 2 jam menuju ke Ibukota Supiori, Sorendoweri. Tim kami mendapat fasilitas 2 buah kendaraan. Saya, Dr. Taba SpTHT ( dokter spesialis telinga hidung dan tenggorok ) mendampingi Dr. Edwell SpOG ( dokter spesialis kebidanan dan kandungan ) menumpang mobil Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori yang langsung dikemudikan oleh Kadinkes Kabupaten Supiori, dr. Jenggo SKed. Kendaraan yang satu lagi dikemudikan Dokter PKM Sabarmiokre, Dr. Gerard SKed membawa serta Dr. Jenny SpKK ( dr spesialis kulit & kelamin ), Dr. Adrina SpA ( dr spesialis anak ) dan seorang perawat, Ztr. Mangulu.

Ketika tiba di Puskesmas Rawat Inap Maysram, terlihat aktifitas baksos sudah dimulai karena dokter mata dari Manado ( Dr. Grace Tenoch SpM, Dr. Decky SpM ) bersama seorang perawat mata telah melayani pasien-pasien mata. Mereka sudah tiba 2 hari lebih awal melalui penerbangan Manado-Makassar-Biak. Juga terlihat sedang membantu melayani pasien umum, adik-adik para dokter PTT yang masih muda ( Dr. Catharina, Dr. Tina dan Drg. Mentari ). Salut buat mereka yang dengan motivasi tinggi mengabdikan profesi mereka di daerah yang jauh dari keramaian dan fasilitas memadai seperti yang dirasakan rekan-rekan mereka yang bertugas di kota.
Setelah makan siang bersama, kegiatan baksos dimulai lagi dengan membuka poliklinik spesialis untuk Anak, penyakit Kulit – Kelamin, penyakit Kebidanan-Kandungan dan penyakit THT. Banyak masyarakat yang hadir karena pelayanan spesialis secara gratis seperti ini hanya mereka temui satu kali dalam setahun. Biasanya, bila mereka membutuhkan pelayanan spesialis, mereka harus ke Biak dengan biaya besar dan di Biak pun dokter spesialis belum lengkap karena belum ada dokter spesialis Mata, THT, dan Kulit-Kelamin. Perjalanan baksos Tim kami ini merupakan kali ke-3 setelah sebelumnya kami hadir di bulan Nopember 2006 dan Oktober 2007 atas undangan Tim penggerak PKK Kabupaten Supiori. Masyarakat tentunya sangat senang, karena disamping mereka berkonsultasi, mereka juga mendapatkan pelayanan pengobatan dan bila perlu menjalani tindakan operasi dengan anestesi lokal secara cuma-cuma. Masyarakat juga mendapat jatah makan siang yang disiapkan oleh Pemerintah dalam hal ini Bupati Supiori-Bapak Jules Warikar.
Pelayanan baksos berakhir sampai hari mulai gelap. Kecuali dokter spesialis mata yang harus menyelesaikan operasi Katarak sampai tengah malam. Masyarakat diantar kembali ke kampung mereka menggunakan kendaraan Pemda, terlihat ada 5 buah bus Pemda berwarna biru muda yang standby menunggu masyarakat yang hendak pulang. Para dokter, kecuali dokter mata, diantar ke rumah kediaman Bupati Supiori di Korido – kurang lebih 1 jam perjalanan lagi ke arah selatan – untuk beristirahat karena besok pagi mereka harus turkam alias turun ke kampung-kampung diantaranya Sowek ( distrik Kepulauan Aruri ), Korido ( distrik Supiori Selatan ), Sabarmikore ( distrik Supiori Barat ).
Disela-sela kegiatan pengobatan massal kepada masyarakat, juga dilakukan penyuluhan kesehatan terutama masalah HIV-AIDS yang semakin meningkat kasusnya di tanah tercinta, Papua.  Saya sendiri, selaku dokter spesialis THT, memberi penyuluhan kesehatan telinga dan upaya menjaga pendengaran tetap baik terutama bagi anak-anak, remaja dan pemuda sebagai generasi penerus.
Terima kasih atas pengabdian para dokter-dokter Tim Pelayanan Kasih Peduli Papua.
Terima kasih kepada Pemda Kabupaten Supiori dalam hal ini Dinkes Kabupaten Supiori dan Tim Penggerak PKK, yang sudah memfasilitasi kehadiran Tim bagi pelayanan pengabdian yang mulia ini. Suatu bentuk keberpihakan Pemda bagi kesejahteraan masyarakatnya yang patut diacungi jempol. Karena itu sepatutnya menjadi contoh bagi kabupaten lain di Papua dan Papua Barat dalam mengimplementasikan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua. Semoga.

Kamis, 27 November 2008

PERJALANAN BAKTI SOSIAL KESEHATAN DI KAIMANA (2)

Menanti di ruang tunggu keberangkatan pesawat sangat membosankan.  Apalagi ruang itu kotor,  terasa panas karena tidak ada AC dan Fan tidak berfungsi atau belum difungsikan. Nampaknya petugas terlambat masuk kerja. Ditambah lagi polusi asap rokok  karena belum ada areal khusus bagi perokok. Maklum ruang tunggu bandara masih terbatas. Mestinya saya mengetahui pasti perubahan jadwal pesawat yang mendadak harus mengantar penumpang lain lebih dahulu ke Teminabuan. Dalam kemajuan tehnlogi komunikasi saat ini, bisa saja saya menanyakan tentang kepastian jadwal keberangkatan supaya saya tidak perlu terburu-buru ke bandara dan menjadi kurang nyaman menunggu seperti ini. Saya menyesali diri saya sendiri sekaligus memaafkan. Sebelumnya , pada waktu mengambil tiket tidak ada informasi tentang itu, tetapi hanya disampaikan oleh pihak Merpati bahwa pesawat ke Kaimana akan berangkat pada pukul 08.00 sehingga harus melapor paling lambat pukul 06.30.
Saya mengisi kekosongan dengan mengobrol kepada beberapa penumpang yang mau berangkat ke Kaimana. Juga sudah tampak beberapa penumpang yang akan menuju daerah lain seperti ke Babo ( sebuah daerah di Kabupaten Teluk Bintuni yang tidak jauh dari Sorong )  dan  ke kota lain seperti FakFak, Manado, Makassar, Jakarta. Memang Sorong menjadi salah satu pintu gerbang di Papua yang menjadi tempat transit penumpang yang masuk atau meninggalkan Papua.
Salah seorang penumpang dari Manokwari yang akan menuju Kaimana berceritera kalau seharusnya dia  sudah berangkat ke Kaimana dengan pesawat z-air ( nama samaran ), tetapi karena pesawat tsb gagal untuk lepas landas di Bandara Manokwari – tentunya membuat trauma tersendiri – sehingga dia memutuskan untuk berangkat ke Sorong dengan kapal laut milik Pelni dan membeli tiket pesawat lain yang akan ke Kaimana.
Pukul 09.00, pesawat Merpati tujuan Kaimana – dengan rute transit di FakFak –  lepas landas meninggalkan Sorong. Sampai jumpa.

KISAH PERJALANAN KE KAIMANA-PAPUA BARAT

 

 Menanti di ruang tunggu keberangkatan pesawat sangat membosankan.  Apalagi ruang itu kotor,  terasa panas karena tidak ada AC dan Fan tidak berfungsi atau belum difungsikan. Nampaknya petugas terlambat masuk kerja. Ditambah lagi polusi asap rokok  karena belum ada areal khusus bagi perokok. Maklum ruang tunggu bandara masih terbatas. Mestinya saya mengetahui pasti perubahan jadwal pesawat yang mendadak harus mengantar penumpang lain lebih dahulu ke Teminabuan. Dalam kemajuan teknologi komunikasi saat ini, bisa saja saya menanyakan tentang kepastian jadwal keberangkatan supaya saya tidak perlu terburu-buru ke bandara dan menjadi kurang nyaman menunggu seperti ini. Saya menyesali diri saya sendiri sekaligus memaafkan. Sebelumnya , pada waktu mengambil tiket tidak ada informasi tentang itu, tetapi hanya disampaikan oleh pihak Merpati bahwa pesawat ke Kaimana akan berangkat pada pukul 08.00 sehingga harus melapor paling lambat pukul 06.30.
Saya mengisi kekosongan dengan mengobrol kepada beberapa penumpang yang mau berangkat ke Kaimana. Juga sudah tampak beberapa penumpang yang akan menuju daerah lain seperti ke Babo ( sebuah daerah di Kabupaten Teluk Bintuni yang tidak jauh dari Sorong )  dan  ke kota lain seperti FakFak, Manado, Makassar, Jakarta. Memang Sorong menjadi salah satu pintu gerbang di Papua yang menjadi tempat transit penumpang yang masuk atau meninggalkan Papua.
Salah seorang penumpang dari Manokwari yang akan menuju Kaimana berceritera kalau seharusnya dia  sudah berangkat ke Kaimana dengan pesawat z-air ( nama samaran ), tetapi karena pesawat tsb gagal untuk lepas landas di Bandara Manokwari – tentunya membuat trauma tersendiri – sehingga dia memutuskan untuk berangkat ke Sorong dengan kapal laut milik Pelni dan membeli tiket pesawat lain yang akan ke Kaimana.
Pukul 09.00, pesawat Merpati tujuan Kaimana – dengan rute transit di FakFak –  lepas landas meninggalkan Sorong. 
Sampai jumpa.

Selasa, 11 November 2008

PELAYANAN PENGOBATAN CUMA-CUMA DI KAIMANA (1)

penyambutan-tamu-bandara-deo-sorong2Meski masih mengantuk – karena semalam harus menyiapkan pakaian dan perlengkapan untuk keberangkatan ini – pukul 05.30 saya tetap beranjak dari tempat tidur.  Pukul 06.30, dengan  ditemani seorang keponakan, saya bergegas ke Bandara Domine Edward Osok ( DEO ) –  nama  seorang pendeta yang pertama menginjakkan kaki di Sorong - untuk melakukan check in. Pesawat Merpati tujuan Kaimana rencana berangkat jam 08.00. Ini perjalanan saya yang kedua kali ke Kaimana – sebelumnya tahun yang lalu bersama Tim – tetapi perasaan takut menyelimuti karena kalau terlambat melapor maka posisi kita akan diganti oleh penumpang lain. Jauh hari sebelumnya saya sudah memesan tiket untuk perjalanan ini, berhubung penerbangan ke Kaimana hanya 4 x seminggu dan kadang sulit untuk memperoleh tiket bila kebetulan banyak penumpang yang mau berangkat. Seperti pada kali ini, banyak pihak baik dari pemerintah, LSM, para pengusaha merencanakan berangkat ke Kaimana sehubungan dengan kunjungan Menteri Kelautan Bapak Fredy Numberi – seorang putera asli Papua – untuk meresmikan Kawasan Konservasi Laut Daerah ( KKLD ) Kaimana. 

sorong-fakfak-kaimana-dengan-merpati1Penerbangan ke Kaimana hanya dilayani oleh Merpati, Deraya dan Trigana. Penumpang juga banyak karena sebagian penumpang dari Manokwari tujuan Kaimana sementara menunggu di Sorong sebab sehari sebelumnya ada pesawat ( sebut saja Z air – nama samaran ) dari Manokwari tujuan Kaimana gagal untuk lepas landas di Bandara Manokwari – tentunya membuat trauma sebagian penumpangnya – sehingga mereka mengambil alternatif  lain ke Kaimana melalui Sorong.
Jam 07.30 , pesawat Merpati yang akan terbang ke Kaimana ternyata harus melayani dulu penerbangan ke Teminabuan – ibukota Kab Sorong Selatan – sehingga kami harus menunggu lagi. Penerbangan Sorong ke Teminabuan pp kurang lebih 60 menit. Menurut informasi, penerbangan ke Kaimana delay sampai jam 09.00 setelah pesawat tersebut balik kembali dari Teminabuan. ( Sebagai tambahan informasi , alternatif  lain bila anda ingin bepergian dari Sorong ke Kaimana adalah dengan menggunakan transportasi laut berhubung belum adanya ruas jalan yang menghubungkan Sorong – Kaimana.. Memang sarana transportasi  masih merupakan kendala di daerah Papua umumnya . Siapa tahu anda berminat untuk membuka usaha bidang trasportasi di Papua.  He . . he . . )

Jumat, 31 Oktober 2008

OPERASI KATARAK GRATIS DI SORONG

Sebagai pendiri Yayasan Kasih Immanuel Sorong (YKIS) - bergerak di bidang kesehatan dan pendidikan- saya mengamati bahwa jumlah kasus baru katarak melebihi jumlah kasus yang mampu dioperasi oleh dokter di Sorong. Kabupaten Sorong hanya memiliki 1 orang dokter spesialis mata yang melayani kota dan kabupaten Sorong. Disamping itu, para penderita katarak di Sorong yang memiliki Kartu Askes / Jamkesmas ternyata juga harus menyisihkan dana jutaan untuk dilakukan operasi katarak mata.
Siapa yang peduli ?
Karena itu, atas saran dr. Grace Tenoch SpM, saya membentuk Panitia Bakti Sosial Operasi Katarak yang dimotori oleh Yayasan Kasih Immanuel Sorong, selanjutnya menghubungi Perdami Jawa Barat selaku pelaksanan operasi dan Pertamina selaku sponsor. Alhasil, operasi katarak secara gratis dapat dilaksanakan dengan mengoperasi sebanyak  134 mata dari para pasien yang tidak mampu. Terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Sorong, Perdami Jawa Barat, Pertamina, Yayasan Kasih Immanuel Sorong dan RSU Sele Be Solu sebagai tempat pelaksanaan operasi tersebut.